Waspadai Penyebab Dan Gejala Kolera Sejak Dini

Gejala kolera kini tengah mewabah dan menyerang negara yang di landa konflik Yaman, yang mana kondisinya kini semakin tidak terkendali. Menurut Organisasi Save The Children menyebutkan setiap 35 detik, 1 anak terinfeksi kolera. Dan bahkan seperti yang di lansir dari The independent, Rabu 14 Juni 2017, save the children mengingatkan bahwasannya tingkat infeksi kolera selama dua pekan terakhir melonjak hingga tiga kali lipat.

gejala kolera 3Lalu, sebenarnya apa itu kolera? berbahayakah dan apa penyebab dan gejalanya? Apabila anda ingin mengetahui informasi selengkapnya harap simak uraian berikut ini.

Waspadai penyebab dan gejala kolera

Kolera adalah suatu penyakit berupa infeksi bakteri yang mana dapat menyebabkan penderitanya mengalami mengalami dehidrasi akibat diare parah. Penyakit ini merupakan penyakit yang bersifat mudah menular terutama melalui air yang terkontaminasi. Dan jika kondisi ini tidak segera mendapatkan penanganan, maka dapat berakibat fatal meski hanya dalam beberapa jam saja.

Gangguan kesehatan yang satu ini biasanya sangat mudah mewabah di daerah yang padat penduduk dengan sanitasi yang tidak memadai. Kondisi ini dapat di alami oleh semua golongan usia, namun kasus kolera pada anak lebih banyak dan rentan menular di bandingkan pada dewasa. Dengan perawatan yang cepat dan tepat, maka kondisi ini bisa di atasi dengan baik. Termasuk demggan melakukan perawatan murah dan sederhana penggunaan oralit, yang mana dapat di gunakan untuk mencegah dehidrasi yang di sebabkan oleh kolera. Namun jika pertolongan terlambat, maka kemungkinan terbesar adalah dapat meninggal dunia.

gejala kolera 2Adapun penyebab kolera sendiri adalah infeksi bakteri yang bernama Vibrio Cholerae. Bakteri ini memproduksi CTX ataupun racun yang berpotensi kuat berada di dalam usus kecil. Dan adapun dinding usus yang telah di tempeli dengan CTX akan mengganggu aliran mineral sodium dan klorida, yang mana pada akhirnya menyebabkan tubuh mengeluarkan cairan dalam jumlah yang sangat besar (diare) yang berakibat tubuh menjadi kekurangan elektrolit dan juga cairan.

Bakteri Vibrio Cholerae terdiri dari beberapa kelompok serologi. Namun diantara itu semua hanya terdapat 2 jenis bakteri yang dapat menimbulkan wabah yaitu V. Colerae 01 serta V. colerae 0139. Kedua jenis vakteri cholerae tersebut memiliki derjat racun yang sama sehingga gejala yang di timbulkan p[un tidak jauh berbeda.

Sumber-sumber infeksi kolera sendiri dapat berasal dari makanana ataupun air yang telah terkontaminasi bakteri. Selain itu, infeksi kolera juga bia bersumber dari sayura-sayuran maupun buah-buahan mentah yang tidak di kupas. Tumbuhnya bakteri kolera juga bisa berasal melalui nasi serta nasi milet yang telah terkontamnasi setelah di masak dan di diamkan selama beberapa jam.

Adapun untuk lebih mewaspadai kondisi ni, anda juga ada baiknya anda mengetahui berbagai gejala kolera sejak dini, yang diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Diare hebat dan tiba-tiba
feses penderita kolera

Gambar feses penderita kolera

Diare hebat adalah gejala khas kolera dapat menyebabkan hilangnya cairan pada tubuh dengan cpat hingga 1 liter dalam 1 jsm. Meski sulit membedakan mana diare yang di sebabkan oleh kolera atau penyakit lain, namun diare akibat kolera biasanya akan menyebabakan wajah nampak pucat.

  • Penderita mengalami mual dan muntah

Orang yang terinfeksi bakteri kolera juga akan mengalami mual dan muntah.

  • Mengalami kram perut

Kram perut yang dialami oleh penderita kolera biasanya di sebabkan oleh hilangnya kadar sodium, klorida, serta potasium akibat diare yang berkepanjangan.

  • Mengalami dehidrasi

Kolera mampu menyebabkan terjadinya gejala selama beberapa jam yang bisa menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi parah juga mampu terjadi jika tubuh mengalami kehilangan cairan sebanyak 10% total berat tubuh. Adapun ciri-ciri dari dehidrasi sendiri adalah detak jantung yang meningkat, sering merasakan haus, jumlah urin menurun, kehilangan keelastisan kulit, kesadaran menurun, tekanan darah menurun, mukosa dalam mulut nampak kering dan juga mengalami kram otot.

Namun meski begitu, gejala kolera pada sebagian penderitanya sering kali tidak muncul atau tidak teridentifikasi sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa ia telah terinfeksi bakteri kolera. Bahkan di ketahui dari seluruh penderita kolera, hanya 10% dari penderita yang menunjukkan gejala. Sehingga apabila anda mengalami beberapa tanda dan gejala yang telah di sebutkan di atas, ada baiknya segera konsultasikan ke dokter.

Waspadai Penyebab Dan Gejala Kolera Sejak Dini | Nida Saripa | 4.5