Fakta Dan Mitos Tentang Penyakit Asma

Mitos-mitos tentang penyakit asma mungkin sering kali anda dengar dari orang-orang yang ada di sekeliling anda. Namun, nyatanya kesemua mitos tersebut belum tentu semuanya benar. Bakan malah banyak yang salah kaprah.

fakta dan mitos tentang penyakit asma

fakta dan mitos tentang penyakit asma

Penyakit asma sendiri merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang saluran pernapasan yang mana jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat saat penyakit tersebut kambuh maka dapat berakibat fatal bahkan hingga kematian. Namun sayangnya, gejala asma sering kali mendapatkan penanganan kurang tepat akibat berkembangnya kepercayaan berupa mitos perihal penyakit yang satu ini.

Dan karena hal tersebutlah penderita asma sering kali merasa kurang nyaman dalam ksehariannya. Bahkan mereka pun merasa tidak dapat hidup layaknya orang niormal karena gerak meraka serasa di batasi. Padahal dengan cara diagnosis yang akurat serta pengobatan dan pemberian obat asma yang tepat, asma bisa di kontrol dan penderita asma pun dapat menjalani hidupnya lebih nyaman.

Nah agar anda tidak salah dan terlalu mempercayai akan hal mitos tersebut, mari kita luangkan waktu sejenak untuk menyimak fakta dan mitos tentang penyakit asma berikut.

Fakta dan mitos tentang penyakit asma yang beredar di masyarakat yang perlu anda ketahui

⇒ Mitos pertama: Penyakit asma tidak dapat di sembuhkan.

Fakta: Memang penyakit pernapasan yang satu ini tidak dapat di sembuhkan secara menyeluruh. Namun gejala dapat dicegah dan di obati sehingga gejala asma tidak akan mudah kambuh. Menurut dr. Ratnawati, MCH. SpP(K), PhD yang merupakan dokter spesialis paru dan pernapasan Rumah Sakit Siloam Asri menuturkan bahwasanya “Banyak yang beranggapan bahwa pengobatan asma hanya memerlukan waktu pendek. Padahal, penderita perlu ada pemeriksaan awal untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit asma yang di deritanya. Terapi di tangani oleh dokter selama 3 bulan dengan menggunakan dosis tertentu. Jika selama 3 bulan kondisi pasien membaik dan tidak kambuh, maka dosisi dapat di turunkan. Hal tersebut terus di lakukan selama 3 bulan sekali hingga dosis yang sangat kecil. Bahkan jika pasien tidak kambuh selama satu tahun, maka obat dan kontrol asma dapat di hentikan”.

⇒ Mitos ke-dua: Berenang di laut dapat menyembuhkan asma.

Fakta: Hal tersebut sangat salah. Jika anda mengenal sebuah alat nebulizzer atau mesin uap untuk membantu pernapasan, lalu cobalah untuk menggunakan air garam, maka yang terjadi adalah anda akan mengalami sesak napas. Hal tersebut di karenakan terlalu keringnya saluran pernapasan. Maka menurut dr. Ratnawati berenang di air laut tanpa memakai alat perlindungan bagi penderita asma justru akan memabahayakan.

⇒ Mitos ke-tiga: Penggunaan inhaler dapat menyebabkan ketergantungan dan mengganggu kesehatan.

Fakta: Inhaler merupakan pelega yang hanya di gunakan pada saat asma kambuh, dan hanya di perbolehkan di gunakan 4 kali semprot pada saat serangan terjadi. Adapun jika kondisi pasien tersebut tak lekas membaik selama satu jam maka perawatan medis sangat di butuhkan. Pada dasarnya obat asma sendiri terbagi ke dalam 2 jenis yaitu obat pelega dan juga pengontrol. Adapun pengontol di gunakan saat tidak terjadinya serangan. Inhaler sebagai obat pelega sendiri memiliki dosisi yang lebih kecil di banding obat pelega asma berbentuk obat minum, sehingga inhaler tidak bersifat berbahaya seperti yang tengah beredar di masyarakat. Bagi penderita asma sendiri, inhaler wajib di bawa kemanapun ia pergi.

⇒ Mitos ke-empat: Asma adalah penyakit saluran pernapasan bukan penyakit paru-paru

Fakta: Penyakit asma merupakan salah satu penyakit pernapasan yang terletak pada alveolus dimana, ini merupakan bagian dari paru. Maka dari itu, penyakit paru bukan hanya TBC saja, melainkan asma pun salah satu diantaranya. Dan oleh karena itu, dokter yang menanganinya juga dokter spesialis paru dan juga pernapasan.

⇒ Mitos ke-lima: Penderita asma yang tengah kambuh, harus merebahkan tubuhnya sebelum mendapatkan penanganan yang tepat.

Fakta: Mitos tersebut nyatanya salah. Karena penderita asma yang tengah kambuh sebaiknya mengatur napasnya dalam posisi duduk. Karena posisi ini membuat rongga paru menjadi lebih terbuka sehingga memudahkan penderita untuk mendapatkan oksigen. Dan jangan lupa untuk merenggangkan bagian-bagian yang mengikat seperti tali bra (pada wanita), ikat pinggang, baju yang menumpuk seperti penggunaan jaket dan lainnya.

⇒ Mitos ke-enam: Asma akan sering kambuh jika penderita berada di tempat yang lembab.

Fakta: Jelas mitos tersebut sangatlah salah. Karena penderita asma justru sebaliknya berada di tempat yang udaranya lembab untuk mengurangi serangan asma terjadi. Bahkan tempat yang memiliki kelembaban tinggi dan mengandung uap air yang tinggi pula dapat membuat penderita asma merasa lebih baik.

⇒ Mitos ke-tujuh: Penderita asma tidak di perbolehkan untuk berolahraga.

Fakta: Mitos tersebut juga tidak tepat jika di benarkan. Karena penderita asma juga perlu melakukan aktivitas fisik seperti olahraga untuk menjaga kebugarannya. Hanya saja penderita asma tidak di perbolehkan untuk melakukan olahraga yang dapat menguras tenaga. Adapun jenis olahraga yang baik bagi penderita asma adalah seperti berenang, aerobic, jalan kaki dan juga yoga.

⇒ Mitos ke-delapan: Penyakit asma adalah penyakit turunan.

Fakta: Meski pernyataan tersebut benar, namun tidak 100% kebenarannya. Hal tersebut di karenakan asma adalah penyakit atopi, yaitu penyakit yang memiliki kecenderungan terhadap alergi. Sehingga apabila salah seorang anggota keluarga menderita atopi maka kemungkinan besar anggahota keluarga yang lainnya dapat menderita kondisi yang sama. Namun yang perlu anda garis bawahi disini adalah tidak setiap orang tua yang memiliki asma memiliki anak yang juga menderita asma.

Nah, sekarang anda telah mengatahui berbagai fakta dan mitos tentang penyakit asma sebenarnya. Maka dari itu, mulai sekarang anda tidak perlu terlalu mempercayai akan hal tersebut. Sebaiknya anda selalu menjaga kesehatan anda dengan cara selalu mengontrolnya ke dokter.

Fakta Dan Mitos Tentang Penyakit Asma | Nida Saripa | 4.5